Masih pantes ga si’ kendaraan sebangsa mikrolet, metromini, kopaja dan saudara-saudaranya itu beroperasi di Jakarta – Ibukota negara Indonesia- yang katanya kota metropolitan. Masalahnya sederhana aja, kelakuan para sopir angkot sebagaimana yg disebutkan diatas itu bener-bener ga beretika. Berhenti seenaknya, Jalan seenaknya, dan buntutnya bikin MACET, bikin kagok sesama pemakai jalan lainnya, bikin kesel, bikin nambah dosa .. fiuuuuh !!!!
Pengakuan mantan Sopir Angkot Tangerang – yang sekarang jadi sopir pribadi Boss saya.
“Sopir angkot itu nyawanya 12 mbak!” gitu katanya.
saya jawab “apa mereka ga tau aturan pemakaian jalan!”
Dia Jawab “kalo ga gitu, kami ga makan mbak. persaingan sekarang makin ketat. Cari kerja susah. Apalagi yang mau naik angkot sekarang udh ga seramai dulu lagi, yang dulu naik angkot sekarang udah pada nyicil motor. Lebih hemat si mbak kalo naik motor!”
hemmm … bener juga si’ sekarang motor di jalan raya macam kumbang-kumbang yang berterbangan memenuhi jalan.
Polisi lalu lintas yang diharapkan mampu menertibkan para pemakai jalan, seolah-olah tidak bergeming alias cuek-cuek aja.
Pernah waktu itu saya naik Kopaja dari Grogol ke Slipi, duduk di belakang ngobrol sama keneknya. Kebetulan di sebelah saya duduk bapak separuh baya. Usut punya usut setelah ngobrol kanan-kiri ternyata bapak itu bekerja sebagai “pungli” angkot.
“iya mbak, udah hampir 20 tahun saya kerja begini” kata bapak itu.
“trs bapak kerjanya ngapain aja!” saya tanya dong.
Dia jawab ” kalo ga ada saya, mana bisa angkot beginian muter seenaknya dijalanan, bisa ditangkepin polisi. Kalo ada saya kan mereka aman. Saya juga nyatetin jarak antara angkot yg di depan sama belakangnya mbak!”
saya cuma bisa bilang “ooooooooooooooooooooooooow !!!!!”
Ternyata mereka terorganisasi sangat rapi. Yah, tinggal ditunggu siapa yang mau berubah … Sopir berubah jadi tertib atau polisi berubah tegas.
Posted by ristisaka
Posted by ristisaka